reii ArLuneRz

Cute Christmas Bear

Sabtu, 26 Februari 2011

Pencemaran Udara

DISUSUN OLEH :
HASTUTI. S. FATIMAH
JAYANTO. TUMANAN
REINY. WANTANIA
WINDA. YUDA



JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MANADO
Di TONDANO
2010

PENCEMARAN UDARA
BAB. I PENDAHULUAN
Seiring dengan semakin meningkatnya populasi manusia dan bertambah banyaknya kebutuhan manusia, mengakibatkan semakin besar pula terjadinya masalah-masalah pencemaran lingkungan. Pada dasarnya, secara alamiah alam mampu mendaur ulang berbagai jenis limbah yang dihasilkan oleh makhluk hidup, namun bila konsentrasi limbah yang dihasilkan sudah tak sebanding lagi dengan laju proses daur ulang maka akan terjadi pencemaran. Pencemaran lingkungan yang paling mempengaruhi keadaan iklim dunia adalah pencemaran udara. Pencemaran udara ini menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kehidupan di muka bumi. Semakin menipisnya lapisan ozon adalah salah satu dampak yang harus diwaspadai karena ini berarti menyangkut lestarinya keanekaragaman hayati, kelangsungan makhluk hidup dibumi dan keberadaan bumi itu sendiri.

Pengertian
Pencemaran lingkungan atau polusi adalah proses masuknya polutan kedalam suatu lingkungan sehingga dapat menurunkan kualitas lingkungan tersebut. Menurut Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup NO. 4 Tahun 1982, pencemaran lingkungan atau polusi adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain kedalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ketingkat tertentu yang mengakibatkan lingkungan menjadi tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.
Yang dikatakan sebagai polutan adalah suatu zat atau bahan yang kadarnya melebihi ambang batas serta berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat, sehingga merupakan bahan pencemar lingkungan, misalnya : bahan kimia, debu, dan panas. Polutan tersebut dapat menyebabkan lingkungan menjadi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan akhirnya malah merugikan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Berdasarkan lingkungan yang terkena polutan (tempat terjadinya), pencemaran lingkungan dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
1. Pencemaran Air
2. Pencemaran Tanah
3. Pencemaran Udara

BAB. II PEMBAHASAN
Pencemaran udara adalah peristiwa masuknya, atau tercampurnya, polutan (unsur-unsur berbahaya) ke dalam lapisan udara (atmosfer) yang dapat mengakibatkan menurunnya kualitas udara (lingkungan).
Pencemaran dapat terjadi dimana-mana. Bila pencemaran tersebut terjadi didalam rumah, diruang-ruang sekolah ataupun diruang-ruang perkantoran maka disebut sebagai pencemaran dalam ruang (indoor pollution). Sedangkan bila pencemarannya terjadi dilingkungan rumah atau perkotaan maka disebut sebagai pencemaran diluar ruang (outdoor pollution).
Umumnya, polutan yang mencemari udara berupa gas dan asap. Gas dan asap tersebut berasal dari hasil proses pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna, yang dihasilkan oleh mesin-mesin pabrik, pembangkit listrik dan kendaraan bermotor.

Faktor Penyebab Pencemaran Udara
Pencemaran udara disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :
1. Faktor alam (internal), yang bersumber dari aktivitas alam
2. Faktor manusia (eksternal), yang bersumber dari hasil aktivitas manusia

Zat-zat Pencemar Udara
Ada beberapa polutan yang dapat menyebabkan pencemaran udara, antara lain : Karbonmonoksida, Nitrogen dioksida, Sulfur dioksida, Partikulat, Hidrokarbon, CFC, Timbal, dan Karbondioksida.
1. Karbon monoksida ((CO)
Gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan bersifat racun. Dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna, misalnya gas buangan kendaraan bermotor.
2. Nitrogen dioksida (NO2)
Gas yang paling beracun. Dihasilkan dari pembakaran batu bara dipabrik, pembangkit energi listrik dan knalpot kendaraan bermotor.
3. Sulfur dioksida (SO2)
Gas yang berbau tajam dan tidak berwarna. Dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang mengandung sulfur terutama batubara. Batubara ini biasanya digunakan sebagai bahan bakar pabrik dan pembangkit tenaga listrik.
4. Partikulat (asap atau jelaga)
Polutan udara yang paling jelas terlihat dan paling berbahaya. Dihasilkan dari cerobong pabrik berupa asap hitam tebal.
5. Hidrokarbon (HC)
Uap bensin yang tidak terbakar. Dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna.
6. Chlorofluorocarbon (CFC)
Gas yang dapat menyebabkan menipisnya lapisan ozon yang ada di atmosfer bumi. Dihasilkan dari berbagai alat rumah tangga seperti kulkas, AC, alat pemadam kebakaran, pelarut, pestisida, alat penyemprot (aerosol) pada parfum dan hair spray.

7. Timbal (Pb)
Logam berat yang digunakan manusia untuk meningkatkan pembakaran pembakaran pada kendaraan bermotor. Hasil pembakaran tersebut menghasilkan timbal oksida yang berbentuk debu atau partikulat yang dapat terhirup oleh manusia.
8. Karbon dioksida (CO2)
Gas yang dihasilkan dari pembakaran sempurna bahan bakar kendaraan bermotor dan pabrik serta gas hasilkebakaran hutan.

Dampak Pencemaran Udara Terhadap Lingkungan Alam
Pencemaran udara dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan alam, antara lain : hujan asam, penipisan lapisan ozon dan pemanasan global.
1. Hujan Asam
Istilah hujan asam pertama kali diperkenalkan oleh Angus Smith ketika ia menulis tentang polusi industri di Inggris. Hujan asam adalah hujan yang memiliki kandungan pH (derajat keasaman) kurang dari 5,6
Proses terbentuknya hujan asam
SO2 dan NOx (NO¬2 dan NO3) yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor dan pembakaran batubara (pabrik dan pembangkit energi listrik) akan menguap ke udara. Sebagian lainnya bercampur dengan O2 yang dihirup oleh makhluk hidup dan sisanya akan langsung mengendap ditanah sehingga mencemari air dan mineral tanah. SO2 dan NOx (NO2 dan NO3) yang menguap ke udara akan bercampur dengan embun. Dengan bantuan cahaya matahari, senyawa tersebut akan diubah menjadi tetesan-tetesan asam yang kemudian turun ke bumi sebagai hujan asam. Namun, bila H2SO2 dan HNO2 dalam bentuk butiran-butiran padat dan halus turun ke permukaan bumi akibat adanya gaya gravitasi bumi, maka peristiwa ini disebut dengan deposisi asam.

2. Penipisan lapisan ozon
Ozon (O3) adalah senyawa kimia yang memiliki 3 ikatan yang tidak stabil. Di atmosfer, ozon terletak dilapisan stratosfer pada ketinggian 15-60 km diatas permukaan bumi. Fungsi dari lapisan ini adalah untuk melindungi bumi dari radiasi sinar ultraviolet yang dipancarakan sinar matahari dan berbahaya bagi kehidupan.
Namun, zat kimia buatan manusia yang disebut sebagai ODS (Ozone Depleting Substances) atau BPO (Bahan Perusak Ozon) ternyata mampu merusak lapisan ozon sehingga akhirnya lapisan ozon menipis. Lapisan ozon yang berkurang disebut sebagai lubang ozon (ozone hole).


3. Pemanasan Global
Kadar CO¬2 yang tinggi dilapisan atmosfer dapat menghalangi pantulan panas dari bumi ke atmosfer sehingga permukaan bumi menjadi lebih panas. Peristiwa ini disebut dengan efek rumah kaca (green house effect). Efek rumah kaca ini mempengaruhi terjadinya kenaikan suhu udara dibumi (pemanasan global). Pemanasan global adalah kenaikan suhu rata-rata diseluruh dunia dan menimbulkan dampak berupa berubahnya pola iklum.
Proses terjadinya efek rumah kaca
Permukaan bumi akan menyerap sebagian radiasi matahari yang masuk ke bumi dan memantulkan sisanya. Namun, karena meningkatnya CO2¬ dilapisan atmosfer maka pantulan radiasi matahari dari bumi ke atmosfer tersebut terhalang dan akan kembali dipantulkan ke bumi. Akibatnya, suhu diseluruh permukaan bumi menjadi semakin panas (pemanasan global).

Dampak Pencemaran Udara
Selain mempengaruhi keadaan lingkungan alam, pencemaaran udara juga membawa dampak negatif bagi kehidupan makhluk hidup (organisme), baik hewan, tumbuhan, dan manusia.
Dampak pencemaran udara bagi manusia, antara lain :
1. Karbon monoksida (CO) menimbulkan gangguan kesehatan berupa ; rasa sakit pada dada, nafas pendek, sakit kepala, mual, menurunnya pendengaran dan penglihatan menjadi kabur. Selain itu, fungsi dan koordinasi motorik menjadi lemah.
2. Nitrogen dioksida (SO2) dapat menyebabkan timbulnya serangan asma.
3. Hidrokarbon (HC) menyebabkan kerusakan otak, otot, dan jantung.
4. Chlorofluorocarbon (CFC) menyebabkan melanoma (kanker kulit) khususnya bagi orang-orang berkulit terang, katarak, dan melemahnya sistem daya tahan tubuh.
5. Timbal (Pb) menyebabkan gangguan pada tahap awal pertumbuhan fisik dan mental serta mempengaruhi kecerdasan otak.
6. Ozon (O3) menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan terasa terbakar, dan memperkecil paru-paru.
7. NOx menyebabkan iritasi pada paru-paru, mata dan hidung.

Dampak pencemaran udara bagi kehidupan hewan, antara lain : menimbulkan kanker mata pada sapi, terganggunya atau bahkan putusnya rantai makanan pada tingkat konsumen di ekosistem perairan karena penurunan jumlah fitoplankton.

Dampak pencemaran udara bagi tumbuhan antara lain :
1. Hujan asam menghancurkan jaringan tumbuhan, dan menggangu pertumbuhan tanaman. Dapat melarutkan kalsium, potassium, dan nutrient lain yang berada dalam tanah sehingga tanah akan berkurang kesuburannya dan akibatnya pohon akan mati.
2. Penipisan lapisan ozon dapat merusak tanaman, mengurangi hasil panen, penurunan jumlah fitoplankton yang merupakan produsen bagi rantai makanan dilaut.






BAB. III PENUTUP
Kesimpulan
• Pencemaran udara adalah peristiwa masuknya, atau tercampurnya, polutan (unsur-unsur berbahaya) ke dalam lapisan udara (atmosfer) yang dapat mengakibatkan menurunnya kualitas udara (lingkungan)
• Pencemaran udara disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu : Faktor alam (internal) dan Faktor manusia (eksternal)
• Polutan yang dapat menyebabkan pencemaran udara, antara lain : Karbonmonoksida, Nitrogen dioksida, Sulfur dioksida, Partikulat, Hidrokarbon, CFC, Timbal, dan Karbondioksida
• Pencemaran udara dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan alam, antara lain : hujan asam, penipisan lapisan ozon dan pemanasan global
• Dampak pencemaran udara pada manusia, yaitu : menimbulkan gangguan kesehatan berupa rasa sakit pada dada, nafas pendek, sakit kepala, timbulnya serangan asma, kerusakan otak, kanker kulit, serta bisa menyebabkan kematian.
• Dampak pencemaran udara pada hewan, yaitu : menimbulkan kanker mata pada sapi, terganggunya atau bahkan putusnya rantai makanan pada tingkat konsumen di ekosistem perairan karena penurunan jumlah fitoplankton.
• Dmpak pencemaran udara pada tumbuhan, yaitu : menghancurkan jaringan tumbuhan, dan menggangu pertumbuhan tanaman, dapat melarutkan kalsium, potassium, dan nutrient lain yang berada dalam tanah sehingga tanah akan berkurang kesuburannya dan akibatnya pohon akan mati, mengurangi hasil panen, dan penurunan jumlah fitoplankton yang merupakan produsen bagi rantai makanan dilaut.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 16 Juli 2009. Deposisi Asam. http://www.bplhdjabar.go.id/index.php/did-you-know/lingkungan/303-deposisi-asam: BPLHD JaBar [12 November 2010]
Anonim. 25 September 2010. Efek Rumah Kaca. http://id.wikipedia.org/wiki/Efek_rumah_kaca: Wikipedia, Ensiklopedia Bebas [12 November 2010]
Anonim. 17 Juli 2008. Hubungan Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim. http://mbojo.wordpress.com/2008/07/17/hubungan-efek-rumah-kaca-pemanasan-global-dan-perubahan-iklim/: Blogspot.com [12 November 2010]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar