reii ArLuneRz

Cute Christmas Bear

Kamis, 07 Juli 2011

Struktur Tumbuhan

MAKALAH BIOLOGI
“STRUKTUR TUMBUHAN”




Disusun oleh :
Reiny Wantania
09310261
Pendidikan Kimia



FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MANADO
2010




KATA PENGANTAR

Segala pujian dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus atas segala kasih dan penyertaan-Nya, sehingga penulis masih diberi kemampuan untuk menyelesaikan makalah ini.
Dengan penuh rasa hormat dan ketulusan hati, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini.
Penulis mengharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat, serta menambah wawasan ilmu pengetahuan di bidang Biologi.
Akhirnya, penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu dengan kerendahan hati penulis menerima dan membuka hati untuk segala saran dan kritik demi kesempurnaan makalah ini.

Tondano, Januari 2010

Penulis





BAB I. PENDAHULUAN

Latar Belakang
Sebagian tumbuhan yang kita jumpai dewasa ini termasuk dalam Angiospermae yang merupakan kelompok tumbuhan yang mendominasi daratan yang lebih dari 100 juta tahun yang lalu meliputi 235.000 spesies tumbuhan berbunga. Sebagian besar makanan yang kita konsumsi berasal dari tumbuhan berbunga dapat berupa akar misalnya wortel, kangkung; buah-buahan misalnya apel, mangga, pisang, pepaya; buah dan biji Leguminosae, buah kariopsis dari Graminae misalnya padi dan jagung. Angiospermae dibedakan kedalam dua kelas berdasarkan jumlah kotiledonnya, yakni monokotil dan dikotil.
Monokotil meliputi sekitar 65.000 spesies, termasuk didalamnya tumbuhan Graminae, anggrek, palem, bambu, dan lain-lain. Daun, batang, bunga dan akar monokotil bersifat spesifik. Sebagian besar monokotil memiliki pertulangan daun sejajar; batang dengan berkas pembuluh tersebar; daun mahkota bunga 3 atau kelipatannya; dan memiliki akar serabut. Sebagian besar Angiospermae yakni sekitar 170.000 spesies adalah tumbuhan dikotil. Kelompok tumbuhan ini meliputi tumbuhan semak, pohon serta banyak tumbuhan penghasil makanan. Ciri-ciri dikotil adalah memiliki 2 kotiledon pada biji; pertulangan daun menjari; berkas pembuluh pada batang tersusun melingkar; daun mahkota bunga 4,5 atau kelipatannya; memiliki sistem akar tunggang.

BAB II. ISI

1.CIRI MORFOLOGI
Tubuh tumbuhan terdiri dari akar dan tajuk. Tajuk terdiri dari batang, daun dan bunga. Diantara adaptasi yang memungkinkan tumbuhan dapat hidup di darat adalah kemampuannya untuk mengabsorpsi air dan mineral dari dalam tanah, menyerap cahaya matahari dan mengambil CO2 dari udara untuk fotosintesis serta kemampuannya untuk hidup dalam kondisi yang kering.
Akar dan tajuk saling bergantung satu sama lainnya, akar tidak mampu hidup tanpa tajuk, demikian sebaliknya. Karena tidak memiliki kloroplas dan hidup di tempat yang gelap menyebabkan akar tidak dapat tumbuh tanpa gula dan nutrisi organik lainnya yang diangkut dari daun yang merupakan bagian dari sistem tajuk.
Jaringan pada tumbuhan tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan bersama jaringan lain untuk membentuk suatu organ. Organ pada tumbuhan berupa akar, batang, daun, bunga, buah dan biji.
1).Akar
Asal akar adalah dari akar lembaga (radix). Pada Dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang, pada Monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut. Sebaliknya batang dan daun bergantung pada air dan mineral yang diserap oleh akar. Akar berkembang dari meristem apikal di ujung akar yang ditutupi tudung akar (kaliptra) di mana pada dinding sel sebelah luarnya berlendir untuk memudahkan menembus tanah.
a.Fungsi akar :
- menyerap air, garam dan unsur hara
- penunjang dan memperkokoh tubuh tumbuhan
- menyimpan cadangan makanan
- alat perkembangbiakan vegetatif
- bernafas (akar nafas)
- tempat tumbuhnya tunas
- alat transportasi
- alat respirasi
Sistem perakaran :
- Akar serabut pada monokotil
- Akar tunggang pada dikotil
b.Struktur akar
 Struktur luar
- Rambut akar, merupakan perluasan sel epidermis akar dan berfungsi memperluas daerah penyerapan mineral dan air.
- Tudung akar (kaliptra), melindungi sel-sel meristem di ujung akar.
 Struktur dalam
- Epidermis, sel berdinding tipis, tersusun rapat, tetapi mudah dilalui air. Sebagian selnya mengalami modifikasi menjadi bulu-bulu akar untuk memperluas bidang penyerapan.
- Korteks, letaknya disebelah dalam epidermis, tersusun atas beberapa lapis sel yang tidak teratur dan banyak ruang antar sel yang penting untuk pertukaran udara. Dan sebagai tempat cadangan makanan dan raspirasi.
- Endodermis, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Dinding selnya mengalami penebalan gabus (suberin) yang membentuk rangkaian pita yang disebut pita kaspari. Sebagai tempat transportasi mineral dan air.
- Stele (silinder pusat), merupakan bagian terdalam dari akar,
Terdiri atas jaringan :
 Perisikel/perikambium, merupakan lapisan terluar stele yang berperan dalam pembentukan cabang akar.
 Berkas pengangkutan (vaskuler)
 Jaringan parenkim, merupakan jaringan pengisi di antara vasis disebut empulur.


c.Daerah pertumbuhan akar
- Kaliptra yaitu jaringan yang melindungi ujung akar. Disebut juga tudung akar.
- Meristematik yaitu daerah yang selnya aktif membelah diri
- Pertumbuhan dan perkembangan yaitu daerah terjadinya pertambahan jumlah sel akibat aktivitas daerah meristematik.
- Differensiasi yaitu daerah perubahan sel baik bentuk serta fungsinya. Atau daerah modifikasi sel.

d.Transportasi akar
 Ekstravasikuler yaitu transportasi yang tidak melewati jaringan pengangkutan.
Terdiri atas :
- Apoplas yaitu pengangkutan air, garam mineral serta hasil fotosintesis melewati ruang antar sel karena adanya penebalan pada sel endodermis.
- Simplas yaitu pengangkutan air, garam mineral dan hasil fotosintesis.
 Intravsikuler yaitu transportasi yang melalui jaringan pengangkutan (JP).
Terdiri atas :
- Imbibisi yaitu penyerapan molekul, zat dengan menggunakan kemampuan dinding sel dan plasma sel. Terjadi pada Bryophyta.
- Difusi yaitu perpindahan molekul, zat dari daerah hipertonis menuju daerah hipotonis.
- Osmosis yaitu perpindahan molekul, zat dari daerah hipertoni menuju daerah hipotonis-melalui selaput semipermeabel.
- Transport aktif yaitu pengangkutan ion-ion, molekul yang menggunakan energi berupa ATP.

e.Respirasi pada akar
- Merupakan respirasi aerob
- Melalui stomata, lenti sel, epidermis akar yang muda (bulu akar) atau seluruh permukaan tubuh(pada tumbuhan tingkat randah)
- Menghasilkan CO2 dan H2O untuk bahan fotosintesis.

f.Macam akar
- Akar nafas, ex : tanaman bakau
- Akar gantung, ex : beringin, anggrek
- Akar tunjang, ex: Pandanus sp
- Akar serabut., ex : golongan Monokotil
- Akar Tunggang, ex : golongan Dikotil


g.Perbedaan akar Monokotil dan Dikotil
MONOKOTIL PERBEDAAN DIKOTIL
Serabut SISTEM PERAKARAN Tunggang
Batas ujung akar & kaiptra jelas ANATOMI Batas ujung akar dan kaliptra tidak jelas
Selang seling B.P. Kolateral
Mempunyai EMPULUR Tidak mempunyai
Beberapa lapis PERISIKEL Satu lapis

2).Batang
Batang adalah bagian tumbuhan yang terletak diatas tanah, mendukung daun-daun dan bunga. Pada pohon, batang-batang meliputi batang pokok dan semua cabang-cabang, termasuk ranting-ranting yang kecil. Batang mempunyai buku sebagai tempat melekaynya daun, juga mempunyai ruas yakni jarak di antara dua buku.
Daun merupakan tempat utama berlangsungnya fotosintesis, kendati ada beberapa spesies tumbuhan yang batangnya dapat melakukan fotosintesis karena memiliki kloroplas. Daun terdiri dari helaian daun yang melebar (lamina) dan tangkai daun (pteolus) dan tunas. Selain itu dijumpai juga tunas aksilar/tunas lateral/tunas samping yang terdapat diketiak daun, tunas ini biasanya dorman. Pada banyak tumbuhan, tunas ujung menghasilkan auksin yang dapat menghambat pertumbuhan tunas aksilar. Fenomena ini disebut dengan dormansi apikal yang merupakan suatu adaptasi yang dapat meningkatkan kemampuan tumbuhan untuk memperoleh cahaya. Hal ini sangat penting apabila kerapatan vegetasi di suatu tempat tinggi. Pembentukan cabang juga penting untuk meningkatkan system tajuk, pada kondisi tertentu tunas-tunas aksilar akan mulai tumbuh.
Beberapa dari tunas tersebut kemudian berkembang menjadi cabang-cabang yang menghasilkan bunga dan yang lainnya berkembang menjadi cabang non reproduktif, lengkap dengan tunas ujung, daun-daun dan tunas aksilar.
Organ tumbuhan yaitu akar, batang, daun, buah, bunga, dan biji, seluruhnya disusun dari jaringan-jaringan yang masing-masing jaringan tersebut mempunyai sturktur dan fungsi yang berbeda-beda. Masing-masing jaringan disusun dari sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama.

a.Fungsi batang :
- alat transportasi zat makanan dari akar ke daun dan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh.
- alat perkembangbiakan vegetatif
- alat penyimpan bahan makanan cadangan
- tempat tumbuhnya daun, bunga dan buah

b.Struktur batang
 Batang dikotil
Batang dikotil, tersusun atas jaringan :
- Epidermis
- korteks (kulit pertama)
- stele (silinder pusat), terdapat :
 perisikel/ perikambium
 berkas pengangkutan
 empulur
 Batang monokotil
Batang monokotil, tersusun atas jaringan :
- Epidermis
- Korteks
- Stele
Batas antara korteks dengan stele tidak jelas. Setiap berkas pengangkut dilindungi oleh sarung skleremkim.
 Batang dikotil
- Epidermis, mengalami penebalan zat gabus dan kutikula, termodifikasi membentuk lenti sel.
- Kortex, Jaringan parenkim dengan r. a.s. dan jaringan penguat dengan penebalannya.
- Endodermis, mengandung zat tepung, terdapat floeterma (selaput tepung).
- Silinder pusat, terdapat Berkas Pengangkutan (BP)/Jaringan Pengangkutan (JP) tipe kolateral terbuka. Terdapat empulur dan perisikel.

 Batang monokotil
- Tidak mempunyai kambium
- Pertumbuhannya terbatas
- Ikatan pembuluh dengan tipe kolatral tertutup
- Memiliki empulur dan sklerenkim
- Epidermis dengan stomata dan bulu-bulu akar.

c.Perbedaan batang dikotil dan monokotil
MONOKOTIL PERBEDAAN DIKOTIL
Tidak ada Cabang Ada
Tersebar Jaringan Pengangkutan Teratur
Tidak ada Kambium Ada
Besar/ada Rongga udara Tidak ada

3).Daun (folium)
Daun sesungguhnya adalah cabang atau ranting yang mengalami modifikasi. Pada tumbuhan tingkat tinggi daun merupakan tempat penting untuk fotosintesis.
a.Fungsi daun :
- sebagai tempat fotosintesis
- sebagai alat penguapan (evaporasi)
- sebagai tempat menyimpan bahan makanan
- sebagai alat perkembangbiakan vegetatif
- alat transportasi
- membatasi proses transpirasi dengan adanya lapisan kutikula

b.Struktur daun
Organ daun tersusun atas jaringan epidermis, parenkim dan berkas pengangkut.
- Epidermis
 Berfungsi melindungi jaringan di bawahnya
 Terdapat lapisan kutikula (lilin)
 Sebagian mengalami modifikasi menjadi sel penutup pada stomata yang berfungsi untuk pertukaran gas dan uap air
 Tidak mengandung kloroplas, kecuali pada sel penutup Epidermis
 bagian atas selapis sel dengan peenbalan kutikula. Bagian bawah selapis sel dengan termodifikasi menjadi stomata.

- Parenkim
 Terdapat 2 macam parenkim, yaitu parenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons (bunga karang) yang keduanya membentuk daging daun (mesofil).
 Jaringan palisade berbentuk tiang, tersusun rapat dan biasanya terdapat pada bagian atas daun. Daun yang memiliki dua lapis jaringan palisade pada kedua permukaan disebut daun isobilateral.
 Jaringan bunga karang tersusun atas sel-sel yang tidak teratur dan terdapat rongga udara antar sel. Rongga tersebut berfungsi untuk pertukaran gas.
 Banyak mengandung klorofil dan merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis

- Berkas pengangkut
 Terdiri atas xylem dan phloem
 Terdapat pada tulang-tulang daun yang merupakan lanjutan dari ranting atau batang
 Berkas pengangkut akan berakhir pada celah kecil pada ujung atau tepi daun disebut hidatoda.
 Silinder pusat, terdapat Berkas Pengangkutan (BP)/Jaringan Pengangkutan (JP) yang terlihat dalam urat daun. Terdapat tulang daun dalam JP dengan jaringan penguat kolenkim. Pada tangkai daun terdapat jaringan penguat berupa kolenkim dan sklerenkim.

4).Bunga (flos)
Bunga sesungguhnya adalah kuncup daun yang telah mengalami modifikasi sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai alat reproduksi yang menghasilkan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina.
a.Fungsi bunga :
- Merupakan organ reproduksi
- Dipunyai oleh tumbuhan tingkat tinggi
- Terbentuk dari ujung cabang

b.Bagian bunga
- Tangkai bunga/Pedunculus
- Dasar bunga/Receptaculum
- Perhiasan bunga yang meliputi Kelopak bunga/calyx dan mahkota bunga/corolla.
- Gamet bunga meliputi :
 Pistillum/putik, terdiri dari :
 Kepala putik/tigma
 Tangkai putik/stylus
 Bakal buah/ovarium
 Bakal biji/ovulum
 Stamen/benang sari, terdiri dari :
 Tangkai sari/filamen
 Kepala sari/anthera
 Serbuk sari /pollen

Adapun bagian-bagian bunga meliputi :
- Kelopak bunga (calyx) yang terdiri dari beberapa daun kelopak (sepal) yang berwarna hijau. Kaliks berfungsi melindungi bunga ketika masih kuncup dari kekeringan.
- Tajuk atau mahkota bunga (corolla), berfungsi menarik serangga atau hewan lain yang akan menyerbuk bunga.
- Alat kelamin jantan (androesium), terdiri dari beberapa benang sari (stamen)
- Alat kelamin betina (ginoesium), terdiri dari satu atau lebih daun buah (karpel) yang akan membentuk putik (pistil)
Bunga yang memiliki semua bagian di atas disebut bunga lengkap. Jika memiliki putik dan benang sari disebut bunga sempurna. Jika hanya memiliki putik saja disebut bunga betina dan kalau hanya memiliki benang sari saja disebut bunga jantan.

c.Pembagian tumbuhan berdasarkan kedudukan gamet bunga :
- Monoseus/berumah satu yaitu tumbuhan yang memiliki 2 macam bunga yaitu bunga jantan dan betina pada satu pohon.
- Diosesus/berumah dua yaitu tumbuhan yang hanya memiliki 1 macam bunga aytiu bisa bunga jantan atau bungan betina.

d.Pada tumbuhan Gymnospermae
- Belum memiliki bunga yang sesungguhnya.
- Alat reproduksi berupa strobilus, mengandung daun buah dan serbuksari.
- Ex : Gnetum gnemon, Pinus merkusii

e.Pada tumbuhan Angiospermae
- Sudah memiliki bunga yang sesungguhnya
- Berdasarkan susunan bunganya dapat dibedakan menajdi :
 Bunga tunggal yaitu dalam satu tangkai hanya terdapat satu kuntum bunga.
Ex : Hibiscus rosa-sinensis

 Bunga majemuk yaitu dalam satu tangkai terdapat banyak kuntum bunga.
Ex : Helianthus anuus, Mimmosa pudica

- Macam bunga majemuk
 Bunga Tandan, memiliki ciri-ciri :
 Bertangkai nyata
 Melekat pada ibu tangkai yang tidak bercabang
 Ex : Ixora palludosa
 Bunga Tongkol, memiliki ciri-ciri :
 Tidak bertangkai pada bunganya
 Melekat pada ibu tangkai ukuran besar dan bergerombol
 Ex : Bunga ♀ pada Zea mays
 Bunga Cawan, memiliki ciri-ciri :
 Memiliki ibu ujung tangkai melebar dan merata
 Berbentuk cawan/cakaram
 Ex : Helianthus anuus
 Bunga Bongkol, memiliki ciri-ciri :
 Bunga manjemuk secara kesseluruhan
 Berbentuk bola
 Ex : Mimmosa pudica, Lamtoro dan petai Cina


5).Buah
Melekatnya serbuk sari di atas kepala putik disebut penyerbukan. Penyerbukan diikuti oleh pembuahan yang sesudahnya bakal buah dan biji berkembang menjadi buah. Berkembang dari bagian sel gamet ♀ yang disebut bakal buah

a.Fungsi buah
- Menyimpan cadangan makanan
- Membantu proses pemencaran tumbuhan

b.Bagian buah
- Buah yang lengkap tersusun dari biji, daging buah dan kulit buah.
- Kulit buah yang sudah masak biasanya terdiri dari epikarp, mesokarp dan endokarp. Terdapat pada Cocos sp, Kenari, Mangifera indica, Musa paradisiaca.

c.Macam buah, secara umum :
- Buah tunggal yaitu buah yang dibentuk olehh satu bakal buah yang berasal dari satu bunga.
Ex : Mangifera indica
- Buah agregat yaitu buah yang dibentuk oleh banyak bakal buah yang berasak dari satu bunga.
Ex : Anona muricata, Fragaria vesca, Srikaya.
- Buah majemuk yaitu buah yang terbentuk dari banyak bakal buah yang berasal dari banyak bunga.
Ex : Ananas commosus, Artocarpus integra, Keluwih.

d.Macam buah berdasarkan jenisnya :
- Buah sejati yaitu buah yang terbentuk dari bakal buah.
Ex : Mangifera indica, Avocado, Papaya sp, Semangka.
- Buah semu aytiubuah yang terbentuk dari bakal buah dan bagian-bagianlain dari bunga. Ex : Anacardium ocidentale, Fragaria vesca, Pyrus malus, Artocarpus integra.

6).Biji (sperm)
Biji yang mengandung embrio atau lembaga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan bagi tumbuhan. Biji tebentuk dari bakal biji, hasil dari fertilisasi. Terletak dalam bakal buah. Biji merupakan alat reproduksi generatif. Bagian dalam biji terdapat embrio atau calon individu baru.
a.Fungsi biji :
- Menyimpan cadangan makanan.
- Alat pemencaran tumbuhan.
b.Bagian-bagian biji
- Spermodermis, merupakan kulit pelindung yang terluar.
Pada Gymnospremae terdiri dari 3 lapisan yaitu luar (lapisanyang tebal), tengah (lapisan yang keras) dan dalam (lapisanyang tipis).
Ex : Gnetum gnemon, Cycas rumphii.
Pada Angiospermae terdiri dari 2 lapisan yaitu testa (lapisan yang tipis dan keras) dan tegmen (lapisan yang tipis seperti selaput).
Ex : Manggifera indica, Arachis hypogea.
- Funiculus,merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan papan biji (plasenta). Disebut juga dengan tali pusat.
- Hilus atau pusat biji , merupakan bagian dari tali pusat yang sudah putus, sehingga meninggalkan bekasnya saja apabila biji sudah masak.
- Nucleus seminis (inti biji/isi biji), merupakan bagian biji yang terdalam yang terdiri dari : embrio (lembaga) yang akan dapat menjadi akar lembaga (radikula), kotiledon (daun lembaga) dan pucuk lembaga (plumulae). Selain itu terdapat pula endosperm (putih lembaga/cadangan makanan). Pada Golongan Leguminoceae, endpspermnya berada dalam daun .


Beberapa modifikasi akar dan tajuk
Akar tumbuhan dapat mengalami beberapa modifikasi antara lain menjadi akar yang menyimpan cadangan makanan (pati) misalnya pada bit gula atau akar penyimpan air pada beberapa famili Cucurbitaceae yang tumbuh didaerah kering atau daerah yang tidak turun hujan dalam waktu yang panjang, akar nafas (pneumatofor) yang dapat meningkatkan pertukaran gas antara udara dengan akar-akar yang terendam air pada tanaman bakau/Avicennia nitida,akar udara pada anggrek yang dapat membantu penyerapan air hujan, akar parasit/haustorium tali putri/Cuscuta sp, dan mikoriza yaitu simbiosis mutualisme antara akar tumbuhan dengan cendawan.
Seperti halnya akar, batang dan daun juga mengalami modifikasi. Brberapa spesies tumbuhan mempunyai batang yang mengalami modifikasi untuk fungsi yang beragam, antara lain rhizoma, stolon, runner, umbi batang (tuber), umbi lapis (bulb) serta umbi kormus (corm). Rhizoma adalah batang yang tumbuh horizontal di dalam tanah atau dekat dengan permukaan tanah, mempunyai ruas-ruas yang pendek dan pada bukunya terdapat daun-daun seperti sisik. Dijumpai akar adventif di sepanjang rhizoma, terutama di permukaan bawahnya. Rhizoma dapat relatif tebal, berdaging, merupakan tempat disimpannya cadangan makanan misalnya pada famili Zingiberaceae (jahe-jahean). Runner adalah batang yang tumbuh horizontal di atas tanah, umumnya di sepanjang permukaan tanah, mempunyai ruas yang panjang misalnya pada tanaman strawberry. Stolon mirip dengan runner, tetapi biasanya tumbuh tegak didalam tanah.
Pada kentang, beberapa ruas di ujung stolon berkembang membentuk umbi batang. Mata tunas pada umbi kentang merupakan kuncup yang terdapat pada buku batang, setiap mata tunas tersebut akan mampu berkembang menjadi individu baru. Berbeda dengan umbi kentang, umbi lapis merupakan kuncup besar yang dikelilingi oleh sejumlah daun berdaging, dengan satu batang kecil dan pendek pada ujung bawah. Daun berdaging mengandung cadangan makanan. Pada bawang merah, daun berdaging selalu dikelilingi oleh daun-daun seperti sisik. Umbi lapis juga dijumpai pada tanaman tulip, lili dan lain-lain. Kormus mirip dengan umbi lapis tetapi bagian yang membengkak seluruhnya merupakan jaringan batang. Helaian daun berbentuk sisik menutupi seluruh permukaan kormus.
Beberapa modifikasi daun antara lain sulur (tendril), duri dan daun penangkap serangga ditemukan pada beberapa tanaman. Ada beberapa tumbuhan yang daunnya sebagian atau seluruhnya mengalami modifikasi membentuk sulur. Apabila sulur menyentuh benda padat misalnya ranting/kawat segera sulur membelitnya dengan erat. Pada tanaman lain ada juga petiolnya yang berubah menjadi sulur. Sulur dijumpai pada famili Cucurbitaceae (waluh-waluhan), tanaman anggur dan lain. Duri yang dijumpai pada kaktus merupakan modifikasi dari daun. Duri sekaligus berfungsi untuk melindungi tanaman dari hewan penggangu, disamping untuk mengurangi kehilangan air dari tumbuhan. Daun penangkap serangga pada tumbuhan karnivor akan menutup sewaktu serangga terperangkap, selanjutnya serangga tersebut akan segera dicerna oleh enzim pencerna dan nutrisinya digunakan oleh tumbuhan untuk pertumbuhan.


2.CIRI ANATOMI
Anatomi tumbuhan atau fitoanatomi merupakan analogi dari anatomi manusia atau hewan. Walaupun secara prinsip kajian yang dilakukan adalah melihat keseluruhan fisik sebagai bagian-bagian yang secara fungsional berbeda, anatomi tumbuhan menggunakan pendekatan metode yang berbeda dari anatomi hewan. Organ tumbuhan terekspos dari luar, sehingga umumnya tidak perlu dilakukan "pembedahan".
Anatomi tumbuhan biasanya dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan hierarki dalam kehidupan:
- Organologi, mempelajari struktur dan fungsi organ berdasarkan jaringan-jaringan penyusunnya;
- Histologi, mempelajari struktur dan fungsi berbagai jaringan berdasarkan bentuk dan peran sel penyusunnya; dan
- Sitologi, mempelajari struktur dan fungsi sel serta organel-organel di dalamnya, proses kehidupan dalam sel, serta hubungan antara satu sel dengan sel yang lainnya. Sitologi dikenal juga sebagai biologi sel.
2.1.Sel
Perbedaan sel tumbuhan dengan sel hewan adalah sel tumbuhan memiliki kloroplas yang mengandung klorofil a dan klorofil b sebagai pigmen fotosintetiknya, sel dewasanya memiliki satu vakuola sentral yang besar yang berfungsi membantu memelihara turguditas sel, dan memiliki dinding sel. Dinding sel tumbuhan terytama disusun oleh selulosa. Kebanyakan sel tumbuhan mempunyai 2 lapis dinding sel. Dinding yang pertama kali dibentuk disebut dinding primer, dinding yang dibentuk kemudian adalah dinding sekuder bersifat lebih kaku, terdapat diantara membran plasma dan dinding primer. Pada tumbuhan dinding primer dari sel yang berdampingan dihubungan oleh suatu lapisan lengket disebut lamela tengah. Pada dinding sel tumbuhan dijumpai struktur khusus yang disebut noktah. Melalui noktah ini aliran sitoplasma sel-sel yang berdampingan (plasmodesmata) dapat saling berhubungan. Plasmodesmata merupakan saluran komunikasi dan sirkulasi di antara sel-sel yang berdampingan.

2.2.Jaringan
Jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel-sel tumbuhan yang mempunyai bentuk, asal, fungsi dan struktur yang sama. Jaringan pada tumbuhan terdiri atas jaringan meristem dan permanen.
2.2.1.Jaringan Meristem (jaringan muda)
Merupakan jaringan yang sel-selnya selalu membelah atau bersifat embrional
Ciri-ciri :
- bentuk dan ukuran selnya sama
- dinding selnya tipis
- Selnya penuh dengan protoplasma
- Isi sel tidak mengandung zat makanan

Jaringan meristem dibedakan menjadi 2, yaitu :
a.Promeristem
Adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih berada dalam masa embrional.
b.Meristem primer
Adalah jaringan meristem pada tumbuhan dewasa dan masih bersifat membelah diri, sehingga merupakan lanjutan dari pertumbuhan embrio.
Terdapat pada ujung akar dan ujung batang sehingga disebut meristem apikal. Aktivitasnya mengakibatkan batang dan akar tumbuh memanjang disebut pertumbuhan primer. Ditemukan pada tumbuhan dikotil dan monokotil.

c.Meristem sekunder
Adalah jaringan meristem yang berasal dari meristem primer yang telah mengadakan diferensiasi. Terdapat pada kambium dan kambium gabus. Aktivitasnya mengakibatkan pertumbuhan sekunder yaitu menyebabkan batang bertambah besar. Ditemukan pada tumbuhan dikotil.
Ada 2 macam kambium :
- Kambium vaskuler : kambium yang terdapat di dalam berkas pengangkutan (di antara phloem dan xylem).
- Kambium intervaskuler : kambium yang terdapat di antara dua berkas pengangkutan/ di luar berkas pengangkutan.


2.2.2.Jaringan Permanen (jaringan dewasa)
Merupakan jaringan yang telah mengalami deferensiasi dan tidak meristematis lagi (tidak tumbuh dan memperbanyak diri).

Ciri-ciri :
- sel-selnya sudah tidak membelah
- bentuknya tetap
- vakoula besar
- dinding sel sudah mengalami penebalan
Macam-macam jaringan permanen, meliputi :
a.Epidrmis
Adalah jaringan atau lapisan terluar yang menutupi permukaan tubuh tumbuhan, seperti akar, batang, daun dan bunga. Karena fungsinya untuk melindungi jaringan lain maka beberapa epidermis mengalami modofikasi, seperti rambut (trikoma), duri, dan muluit daun (stomata). Epidermis umumnya tertutup lapisan lilin (kutikula) pada daun dan zat gabus pada batang, kecuali lentisel yang berfungsi untuk pertukaran gas.
Ciri-ciri :
- terdiri atas satu lapis sel
- tidak berklorofil
- susunan sel rapat
- tidak ada ruang antar sel
- dinding sel sangat tipis
b.Parenkim (jaringan dasar)
Jaringan ini menyusun sebagian besar tubuh tumbuhan. Sel-sel parenkima umumnya berbentuk sferis pada awal pembentukannya, tetapi pada perkembangan selanjutnya akibat saling berdesakan satu dengan yang lainnya menyebabkan bentuk dan ukurannya beragam, pada umumnya berbentuk poligonal (umumnya bersisi empat belas). Sel parenkima memiliki vakuola besar, dapat mengandung pati, minyak, tanin, kristal serta beragam hasil sekresi sel lainnya. Sel parenkima tetap hidup setelah dewasa dan memiliki dinding primer yang tipis. Sel parenkima dewasa dapat membelah dan berdeferensiasi menjadi tipe sel lainnya. Kemampuan sel-sel parenkima memperbanyak diri sangat penting untuk memperbaiki jaringan yang rusak misalnya pada saat tumbuhan terluka.
Diantara sel-sel parenkima umumnya dijumpai ruang-ruang antar sel, misalnya pada daun teratai serta tumbuhan air lainnya yang memiliki ruang-ruang antar sel berukuran besar. Sel-sel parenkima yang memiliki ruang-ruang antar sel yang besar disebut paerenkima. Pada daun dijumpai sel parenkima yang mengandung kloroplas yang disebut klorenkima berperan penting dalam proses fotosintesis. Dijumpai pula sel-sel parenkima tanpa kloroplas pada umbi, buah dan bji. Sel-sel parenkima dapat mencapai umur yang panjang, pada beberapa tumbuhan kaktus sel parenkima dapat mencapai umur 100 tahun.
Merupakan jaringan yang berfungsi untuk memperkuat kedudukan jaringan yang lain. Disebut jaringan dasar karena terbentuk dari meristem dasar yang terdapat hampir di semua tumbuhan dan mengisi jaringan tumbuhan baik pada akar, batang, daun, biji maupun buah.
Ciri-ciri :
- sel umumnya berukuran besar dan berdinding tipis
- sel hidup dan mengandung klorofil
- banyak mengandung rongga antar sel
- banyak mengandung vakuola
- letak selnya tidak rapat
Macam-macam jaringan parenkim :
- klorenkim : parenkim untuk fotosintesis, karena selnya mengandung klorofil. Misal : parenkim palisade (jaringan pagar) dan parenkim spon (bunga karang).
- aerenkim : parenkim untuk menyimpan udara sehingga dapat digunakan untuk mengapung.
- parenkim air : parenkim untuk menyimpan air
- parenkim penimbun : parenkim untuk menyimpan cadangan bahan makanan.
- parenkim untuk transportasi
c.Jaringan Penyokong/ penguat/ penunjang
Merupakan jaringan yang berfungsi untuk menujang agar tanaman dapat berdiri dengan kokoh dan kuat.
Jaringan penunjang dibedakan menjadi :
- kolenkim : adalah jaringan penunjang pada tumbuhan muda dan belum berkayu yang dinding sel di bagian sudut-sudutnya mengalami penebalan dan tersusun atas sel-sel yang hidup. Sel kolenkima memiliki dinding primer yang lebih tebal dari pada sel parenkima dan selnya hidup. Pada umumnya sel-sel kolenkima terdapat pada bagian subepidermis batang dan tangkai daun, tepi tulang dan helaian daun. Fungsi utamanya adalah memberi kekuatan pada bagian tumbuhan yang sedang tumbuh dan jaringan penunjang pada tumbuhan herba.
Contoh : pada batang bayam
- sklerenkim : adalah laringan penguat yang dinding selnya melami penebalan dari zat kayu (lignin) sehingga bersifat lebih kuat. Jaringan sklerenkima merupakan jaringan penguat/penunjang pada tumbuhan, terdiri dari sel-sel sklerenkima yang memiliki dinding sekunder yang tebal, kaku dan keras karena mengandung lignin. Sel sklerenkima dewasa terdapat di daerah pertumbuhan memanjangnya sudah berhenti. Terdapat 2 tipe sel sklerenkima yaitu serat dan sklereid (sel batu). Bentuk sel sklereid isodiameter (agak membulat), mempunyai dinding sekunder yang tebal dan sangat keras. Kulit kacang dan kulit biji menjadi keras karena adanya sklereid, selain itu sklereid juga dijumpai tersebar dalam jaringan parenkima daging buah misalnya pada buah pir. Berbeda dengan sklereid sel serat berbentuk panjang dan ramping dengan ujung meruncing, biasanya terdapat dalam berkas (kumpulan). Beberapa spesies tumbuhan mempunyai serat bernilai ekonomi tinggi, misalnya serat manila yang digunakan sebagai bahan dasar tali.
Ada 2 macam sklerenkim :
 sklereida (sel batu) : pada tempurung kelapa dan tempurung kenari
 serabut sklerenkim (serat/ fiber) : pada serat rami.
d.Jaringan Pengangkut
Merupakan jaringan yang berguna untuk transportasi hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan serta mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun.
Jaringan pengangkut terdiri dari :
- xylem (pembuluh kayu) : sel penyusunnya berupa trakeid, trakea dan parenkim xylem. Terdapat pada bagian kayu. Berperan penting dalam pengangkutan air dan unsur hara. Xilem disebut jaringan kompleks karena terdiri dari beberapa jaringan yaitu unsur trakea meliputi pembuluh kayu (trakea) dan trakeid, jaringan parenkima dan serat. Pembuluh kayu (trakea) ditemukan pada tumbuhan angiospermae, secara individual disebut unsur pembuluh yang saling berhubungan di ujung-ujungnya membentuk saluran yang panjang. Trakeid seperti halnya pembuluh kayu selnya akan mati sewaktu dewasa, dan tersusun tumpang tindih. Trakeid tidak mempunyai plat perforasi seperti halnya pada pembuluh kayu, tetapi memiliki noktah berdampingan yang saling berpasangan sehingga transportasi air bisa tetap berlangsung. Trakeid pada umumnya terdapat pada tumbuhan gimnospermae.
- phloem (pembuluh tapis) : terdiri dari sel hidup, berdinding selulosa dan dindingnya melintang. Terdapat pada bagian kulit kayu. Pada samping ploem terdapat sel pengiring. Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan, merupakan jaringan kompleks yang terdiri dari unsur tapis sebagai komponen utama, sel pengiring, jaringan parenkima dan serat. Unsur tapis mempunyai dinding primer yang tipis (tidak memiliki dinding sekunder), tetapi hidup pada saat dewasa tetapi tidak memiliki inti. Unsur tapis dapat berupa pembuluh tapis (pada angiospermae) atau sel tapis (pada gimnospermae). Unsur tapis didampingi oleh sel pengiring yang bisa berjumlah satu atau dua buah, diantara keduanya dihubungkan oleh sejumlah plasmodesmata. Nukleus dan ribosom sel-sel pengiring dapat membentuk protein tertentu yang digunakan oleh pembuluh tapis yang telah kehilangan nukleusnya, ribosom serta organel-organel lainnya selama proses perkembangannya. Dinding-dinding ujung pembuluh tapis memiliki plat/lempeng tapis yang mempunyai banyak plasmodesmata berukuran besar, tempat lewatnya gula, senyawa lain serta beberapa ion mineral di antara pembuluh tapis yang bersebelahan. Sel pengiring sangat erat hubungannya dengan pembuluh tapis. Apabila pembuluh tapis mati maka sel pengiring juga mati, keduanya terbentuk dari sel induk yang sama.
Xylem dan phloem bersatu membentuk suatu ikatan pembuluh angkut, antara lain :
a.Ikatan pembuluh kolateral
Adalah ikatan pembuluh yang tersusun dari xylem dan phloem yang letaknya bersebelahan di dalam satu jari-jari. Xylem sebelah dalam dan phloem sebelah luar.
- kolateral terbuka : bila xylem dan phloem terdapat kambium. Misal pada batang dikotil.
- kolateral tertutup : bila xylem dan phloem tidak terdapat kambium. Misal pada batang monokotil.
b.Ikatan pembuluh radial
Adalah ikatan pembuluh dengan phloem dan xylem yang letaknya bersebelahan, tetapi tidak berada di dalam jari-jari yang sama. Misal pada akar.
c.Ikatan pembuluh konsentris
Adalah ikatan pembuluh yang xylem dan phloemnya berbentuk cincin silindris.
- amfikribal : letak xylem di tengah dan di kelilingi phloem
- amfivasial : letak phloem di tengah dan di kelilingi xylem

d.Ikatan pembuluh bikolateral
Sama dengan kolateral tetapi phloem terdapat di sisi luar dan dalam.
e.Jaringan Gabus
Tersusun atas sel-sel gabus. Berfungsi melindungi jaringan lain yang terdapat di sebelah bawahnya agar tidak kehilangan air yang berlebihan. Pada tumbuhan dikotil jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus (felogen). Sel-sel hidup yang dibentuk oleh felogen ke arah dalam disebut feloderm, sedangkan sel-sel mati yang dibentuk oleh felogen ke arah luar disebut felem.

2.3 Sistem Jaringan Penyusun Tubuh Tumbuhan
Akar, batang, dan daun tersusun atas tiga sistem jaringan yaitu epidermis, sistem berkas pembuluh dan sistem jaringan dasar. Tiga sistem jaringan yang diamati adalah jaringan yang terdapat pada organ yang masih muda. Perbedaan struktur anatomi organ akan terlihat apabila yang diamati adalah organ yang sudah tua.
Epidermis berfungsi melindungi daun, batang dan akar yang masih muda dari kerusakan fisik atau infeksi patogen. Pada daun atau batang beberapa tumbuhan sel-sel epidermisnya menghasilkan senyawa lilin yang disebut dengan kutikula yang berfungsi untuk mengurangi kehilangan air dari tubuh tumbuhan. Sistem berkas pembuluh terdiri dari xylem dan floem yang berperan dalam transport air dan hara mineral serta hasil fotosintesis. Sistem jaringan yang ketiga yaitu, sistem jaringan dasar yang mengisi daerah diantara epidermis dan sistem berkas pembuluh, memiliki fungsi sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis, tempat menyimpan cadangan makanan dan sebagai penguat atau penyokong tubuh tumbuhan. Sistem jaringan dasar ini terutama terdiri dari jaringan parenkima, tetapi terdapat juga jaringan kolenkima dan sklerenkima. Epidermis terdiri dari selapis sel yang tersusun rapat menyelubungi permukaan akar. Air dan unsur hara (mineral) diserap oleh akar dari tanah melalui sel-sel epidermis. Beberapa sel epidermis akan tumbuh menjulur membentuk rambut akar. Disebelah dalam epidermis terdapat sistem jaringan dasar yang membentuk korteks akar yang terdiri dari jaringan parenkima sebagai komponen utamanya. Cadangan makanan berupa pati biasanya ditumpuk pada korteks akar ini. Bagian terdalam dari korteks akar yang terdiri dari satu lapis sel disebut endodermis, memiliki lapisan suberin (gabus) pada dinding radial dan transversalnya. Lapisan gabus ini disebut pita Caspary yang memiliki fungsi penting sebagai penghalang masuknya air serta mineral terlarut melalui jalur ekstraselular. Sel endodermis berperan dalam menentukan jenis-jenis mineral apa saja yang dapat memasuki xylem. Selain oleh gabus, pada dinding bagian dalam endodermis juga terdapat lilin, kadang-kadang juga dijumpai selulosa dan lignin. Beberapa sel endodermis tetap berdinding tipis yang disebut dengan sel-sel peresap.
Disebelah dalam sel endodermis terdapat berkas pembuluh. Pada tumbuhan dikotil, berkas pembuluh mengisi penuh pusat akar, sedangkan pada tumbuhan monokotil pusat akar ini sering diisi oleh jaringan parenkima yang disebut dengan empulur. Berkas pembuluh terdiri dari xylem dan floem yang letaknya berselang-seling. Seperti halnya akar, batang tumbuhan juga tersusun oleh tiga sistem jaringan. Pada struktur anatomi batang, terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara struktur internal batang tumbuhan dikotil dan batang tumbuhan monokotil : berkas pembuluh pada tumbuhan monokotil letaknya tersebar, sedangkan pada tumbuhan dikotil berkas pembuluhnya tersusun melingkar ; korteks pada tumbuhan dikotil terdapat diantara berkas pembuluh dan epidermis, sedangkan pada monokotil batas tersebut tidak jelas. Pada tumbuhan dikotil terdapat juga jaringan dasar lain selain korteks yaitu empulur yang mengisi bagian tengah batang. Penumpukan pati pada umumnya terdapat pada empulur ini.
Pada epidermis atas dan bawah daun dijumpai pori-pori kecil yang disebut dengan stomata (tunggal : stoma). Pada tumbuhan darat jumlah stomata pada epidermis bawah daun lebih banyak dari epidermis atas daun, yang merupakan adaptasi tumbuhan untuk meminimalisasi hilangnya air dari daun. Celah stomata terbentuk apabila sepasang sel penjaga stoma mengkerut. Sel penjaga ini mengatur ukuran stomata, berperan penting dalam pertukaran gas (CO2 dan O2) yang terdapat didalam daun dengan lingkungan luar, selain itu juga berperan dalam pengaturan hilangnya air dari tumbuhan. Jaringan dasar pada daun disebut dengan mesofil. Pada daun tumbuhan dikotil, mesofilnya terdiferensiasi menjadi jaringan pagar dan bunga karang. Yang umumnya terdiri dari proses fotosintesis terjadi pada mesofil. Jaringan pagar dapat mengandung lebih dari 80% kloroplas daun, sedangkan jaringan bunga karang karena sel-selnya tersusun longgar dengan ruang interselular yang banyak, jaringan ini merupakan tempat pertukaran gas.
Tulang-tulang daun yang mengandung berkas pembuluh tersebar di seluruh mesofil. Satu berkas pembuluh terdiri dari satu xylem dan floem yang dikelilingi oleh sel-sel parenkima berdinding tebal yang disebut dengan seludang pembuluh. Berkas pembuluh yang terdapat pada daun tersambung secara kontinu dengan berkas pembuluh yang terdapat pada batang. Hal ini memungkinkan tersalurkannya air dan mineral terlarut dari tanah ke daun dan juga memungkinkan tersalurkannya hasil fotosintesis dari daun ke bagian tumbuhan lainnya. Pada tumbuhan, seludang pembuluh adalah tempat terjadinya siklus Calvin dari proses fotosintesis.
















DAFTAR PUSTAKA

Prof Dr Rudi A Repi MPd MSc.Yermia S Mokosuli Ssi Msi. 2009. Biologi 1 Prinsip dan Konsep Dasar. Dept Pend Nasional FMIPA UNIMA – Jurusan Biologi
http://id.wikipedia.org/wiki/Anatomi_tumbuhan
http;//gurungeblog.file.wordpress.com/2008/11/anatomi-akar
http://id.wikipedia.org/wiki/struktur-tumbuhan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar