reii ArLuneRz

Cute Christmas Bear

Jumat, 12 Agustus 2011

Sejarah Desa Laikit, Dimembe

Pertengahan tahun 1770-an, Opo Ngangi berasal dari Kumelembuai(Airmadidi), bersama dengan Opo Wagiu berangkat menuju utara menyusuri kaki gunung Klabat untuk mencari tempat tinggal/ lahan baru. Perjalanan dengan menempuh +/- 10 km sudah menemukan sungai kecil, yang merupakan syarat untuk dijadikan tempat tinggal/ lahan bercocoktanam. Diseberang sungai (lalana) mereka menderikan dena’u (pondok) tempat tinggal sementara, dan diam disana untuk beberapa waktu sebelum kembali keKumelembuai.

Beberapa hari kemudiaan, di saat sore hari, mereka tiba kembali di pondok tersebut membawa beberapa jenis tanaman dan merekapun mengajak Opo Sanding, salah satu rekan mereka di Kumelembuai yang memiliki kemampuan mendengar tanda-tanda berkaitan dengan kebiasaan disana seperti mendengar suara burung manguni (doyot) dan mengartikannya. Tentang suara burung manguni tersebut diperoleh tanda yang baik untuk membuka lahan baru ditempat itu. Setelah memperoleh tanda yang baik mereka kembali ke Kumelembuai dan mengajak keluarga, kerabat untuk pindah menetap di tempat yang baru itu. Saat itu mereka berjumlah 9 keluarga..

Saat mereka membuka lahan baru disekitar sungai kecil dan bila menemukan mata air maka mata air tersebut selalu dikelilingi oleh pohon Deikit (daun pohon menyerupai daun pisang) dan mereka tidak menjumpai di tempat tinggal sebelumnya. Sehingga bila mereka pergi ke Kumelembuai, selalu mengatakan bahwa mereka dari Wanua Deikit (Desa Laikit).

Sembilan keluarga itu adalah :
1.Opo Ngangi, Kepala (Teterusan)
2.Opo Wagiu, Penasihat (Tonaas)
3.Opo Sanding, Penasihat (berhubungan dengan pendengaran)
4.Opo Tuegeh, Bidan
5.Opo Marentek, Pandai besi
6.Opo Wullur, Peramal
7.Opo Matindas, Pembagi tugas kerja
8.Opo Kalesaran, Penasihat (berhubungan dengan penglihatan)
9.Opo Wetik, Penjaga keamanan

Hingga saat ini masih terlihat di desa Laikit Dimembe peninggalan dari 9 opo tersebut seperti membersihkan kampung diawal tahun, melihat tanda hati babi sebelum pesta- pesta, melihat / mendengar tanda- tanda yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat didesda Laikit Dimembe, dan sebagainya.

Tahun 1981 desa Laikit dimekarkan menjadi 2 desa, dengan nama Laikit I dan Laikit II . Beberapa tahun kemudian desa Laikit II diubah menjadi desa Dimembe karena di desa tersebut terdapat kantor- kantor tingkat Kecamatan Dimembe.

Laikit dari arti kata memiliki arti (bahasa TONSEA) DAI = tidak KI'IIT = pelit,kikir jadi masyarakat yang tidak pelit/ kikir atau masyarakat yang pemurah, hal ini terlihat dari mudahnya masyarakat dari luar masuk dan menetap diarea LAIKIT



Data kepala Desa Laikit

No Nama Tahun
1 Opo Ngangi 1775-1785
2 Opo Wagiu 1785-1795
3 OpoTuegeh 1795-1805
4 Opo Tuwaidan 1805-1825
5 Opo Tuwaidan 1825-1845
6 Opo Wagiu 1845-1871
7 Opo Wantania 1871-1877
8 Opo Manua 1887-1890
9 Opo Ngangi 1890-1903
10 Sem Wagiu 1903-1904
11 Simon Sundalangi 1904-1906
12 Koloay 1906-1918
13 Sigarlaki 1918-1922
14 JJ Rotty 1922-1941
15 M Sundalangi 1941-1943
16 JJ Rotty 1943-1944
17 M Sundalangi 1944-1944
18 H manua 1944-1950
19 P Wagiu 1950-1950
20 W Wantania 1950-1952
21 M Sundalangi 1952-1953
22 G Kaurow 1953-1959
23 J Tintingon 1959-1962
24 J Sundalangi 1962-1965
25 A Damopoli 1965-1969
26 H Wantania 1969-1976
27 E Wantania 1976-1976
28 I Karundeng 1976-1978
29 JJ Damopoli 1978-1983
30 H Tuegeh 1983-1983
31 O Rarun 1983-1992
32 S Doodoh 1992-2001
33 J Manua 2001-2007
34. Paulus Sundalangi 2008 - sekarang

Data kepala Desa Dimembe

1 G Kaurow 1981-1982
2 K Ngangi 1982-1990
3 W Wagiu 1990-1992
4 W Wagiu 1992-2001
5 Johanis Tuwaidan 2001- 2008
6. Johanis Tuwaidan 2008 - sekarang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar